Showing posts with label Evaluasi. Show all posts
Showing posts with label Evaluasi. Show all posts

Saturday, May 5, 2012

EVALUASI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL DALAM IPS SD



A.    HAKIKAT EVALUASI
Di sadari ataupun tidak tiap kali kita melakukan suatu kegaitan selalu ingin mengetahi bagaimana hasilnya. Untuk itu, kita mengadakan penilaian terhadap kinerja yang telah dilakukan. Di sini berarti kita melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan. Evaluasi itu telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenai evaluasi kita dapat menyimpak penjelasan W. Best (1997:13).
Evaluation is concerned with a more immediate application, seeking to determine the merit of a particular educational product, process, or program in ternm in carefully defined and agree upon objectives or value. Evaluation implies some judgment of the effectiveness, social utility, or desirability of the produt, process, or program and is not concerned with efectiviness generalizations that may be extended to order settings.

The term evaluation as we use it here is closely related to measurement. It is some respect more inclusive, including information and intuitivejudgement of the pupil progress. It also includes more definitely the aspectof valuing or saying what is desirable and good (Thondike, hanen : 1961 : 27). Evaluasi ini erat sekali hubungannya dengan pengukuran yang meliputi aspek penilaian tentang apa yang diinginkan dan yang baik.

  1. ASAS EVALUASI
Asas-asas yang harus diperhatikan dalam melakukan evaluasi meliputi :
1.      Asas Komprehensif atau Asas Keseluruhan
2.      Asas Kesinambungan atau Asas Kontinuitas
3.      Asas Objektivitas

  1. FUNGSI EVALUASI
1.      Mengungkapkan penguasaan peserta didik, yang meliputi pengetahuan, kemampuan berpikir, keterampilan, perasaan dan sikapnya
2.      Menemukan kelemahan-kelemahan materi, metode, media pengajaran, dan tujuan yang telah dirumuskan.
3.      Mengungkapkan terpenuhi tidaknya tugas guru dalam melakukan pembelajaran terhadap para peserta didik.
4.      Mengungkapkan tingkat perkembangan pesera didik secara individual,

  1. TUJUAN EVALUASI
1.      Membuat laporan prestasi peserta didik
2.      Mendapatkan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran
3.      Menemukan faktor-faktor dan penghambat keberhasilan pembelajaran
4.      Menyusun program bimbingan individual
5.      Meningkatkan rangsangan kegiatan individual
6.      Meningkatkan rangasangan kegiatan pembelajaran

RANCANGAN PROSEDUR DAN ALAT EVALUASI
HASIL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL

1.      Tujuan Evaluasi
Dalam pembelajaran perspektif global, evaluasi ini bertujuan sebagai berikut :
            menilai dan mengukur prestasi peserta didik pada pembelajaran perspektif global;
            mendapatkan umpan balik dari prstasi belajar peserta didik terhadap kerja dan kinerja guru pada pembelajaran perspektif global;
            menemukan faktor-faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pembelajaran perspektif global
            meningkatkan rangsangan kegiatan belajar peserta didik

2.      Sasaran Evaluasi
Yang menjadi sasaran evaluasi pada pembelajaran perspektif global, yaitu :
            Peserta didik secara individual yang meliputi pengetahuan, kemampuan berpikir, keterampilan dan sikapnya
            Peserta didik secara berkelompok dan dalam kelompok yang meliputi keterampilan serta sikap sosialnya.

3.      Prosedur Evaluasi
            Sesuai dengan asas evaluasi, kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan
a.       Pada saat pembelajaran perspektif global itu dimulai, guru IPS mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk mengevaluasi “apakah” mereka telah memilikipengetahuan yang berhubungan dengan perspektif global itu.
b.      Tanya jawab bahkan diskusi antara guru IPS dengan peserta didik. Hal ini untuk mengevaluasi ”berapa jauhkan” peserta didik mengikuti pembelajaran perspektif global.
c.       Pada akhir proses pembelajaran, setelah seluruh pokok bahasan tentang perspektif global itu rampung, guru melakukan evaluasi tertulis dengan mengadakan tes (tes tertulis).

            Membuat Kiski-kisi Tes Tertulis
Kisi-kisi ini termasuk aspek materi yang menjadi bahan evaluasi, aspek mental yang akan dinilai kemampuannya.

4.      Alat Evaluasi
Alat evaluasi yang digunakan dalam penilaian hasil pembelajaran perspektif global ini meliputi tes dan non-tes.
  1. Non-tes
Alat evaluasi nn-tes ini dalam proses pembelajaran perspektif global meliputi tanya jawab dan diskusi, tugas dan penampilan
Penilaian terhadap non-tes ini bersifat kualitatif.

  1. Tes
Alat evaluasi yangdisebut tes bagi kita semua terutama bagi anda selaku guru IPS, sudahtidak asing lagi. Tes ini dalam bentuk tulisan, baik tes uraian (tes esai) maupun tes objektif.
Tes objektif ini ada beberapa tipe, meliputi tipe salah-benar, pilihan ganda, pilihan ganda majemuk, dan sebab akibat. Untuk tingkat SD, anda memilih salah – benar dan Pilihan Ganda (yang sederhana) saja.
Tes ini diterapkan pada perspektif global, erutama sebagai tes formati. Penilaian dan analisis tes formatif.

5.      Perhitungan Hasil Evaluasi
Secara keseluruhan, evaluasi itu merupakan penjumlahan rata-rata dari hasil non-tes dengan hasil tes. Non-tes yang dapat diangkakan, dari hasil pelaksanaan tugas. Sedangkan tanya jawab, diskusi dan penampilan pada proses pembelajaran, tidak dapat diangkakan, melainkan ditujukan pada pengungkapan pemahaman serta dapat atau tidaknya peserta didik mengikuti proses pembelajaran perspektif global.

PENERAPAN PROSEDUR DAN ALAT EVALUASI
PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL

1.      Evaluasi Proses Pembelajaran Perspektif Global
1.1    Pada tiap awal pembeljaaran perspektif global, mengajukan pertanyaan atau bertanya-jawab dengan peserta didik tentang hal-hal yang berkenaan dengan perspektif global,
1.2    Pada poses pembelajaran selalu dilakukan tanya-jawab dan diskusi.
1.3    Pada proses pembelajaran perspektif global, diterapkan juga metode tugas.

2.      Evaluasi Tertulis
Evaluasi tertulis ini sebaiknya menerapkan tes objektif yang sifatnya mampu mencakup keseluruhan materi dan keseluruhan aspek mental sesuaidengan tahap-tahapnya.
2.1      Alat evaluasi dalam bentuk objektif tes dirancang sesuai dengan kisi-kisi. Tes objektif tersebut terdiri atas :
a.       50 butir soal;
b.      Terbagi atas dua kelompok, 25 butir salah-benar, dan 25 butir pilihan ganda
c.       Aspek mentalnya, 40 % pengetahuan, 40 % pemahaman, dan 20 % penerapan
d.      Aspek materi terdiri atas 20 % masalah kontroversial, 40 % saling keteragantungan, dan 40 % perdamaiandan keamanan dunia; dan
e.       Tingkat kesukarannya, 24 % mudah, 52 % sedang, dan 24 % sukar

2.2      Pada waktu yang telahditentukan, guru melaksanakan tes sesuai dengan kisi-kisi dan perangkat alat evaluasi yang telah dirancang.
2.3      Perhitungan hasil tes dilakukan berdasarkan kategori penilaian.

3.      Evaluasi Keseluruhan
Secara keseluruhan, evaluasi dilakukan mulai dari awalproses, selama proses, dan pada akhir pembelajaran.
3.1      Padaawal pembelajaran, mengajukan pertanyaan atau bertanya jawab dengan peserta didik. 
3.2      Selama proses pembelajaran berlangusung, melalukakan tanya - jawab dan berdiskusi dengan para peserta didik.
3.3      Pada prosess pembelajaran memberikan tugas kepada peserta didik.
3.4      Penilaian keseluruhan terhadap para peserta didik, merupakan gabungan antara nilai tes dengan nilai tugas

4.      Kesimpulan Hasil Evaluasi
Hasil evaluasi keseluruhan, baik hasil non- tes (tanya jawab, tugas maupun hasil tes, dianalisis dan diinterpretasikan lebih jauh untuk menjawab apa yang telah dirumuskan dalam fungsi dan tujuan tes.
  1. Nilai prestasi peserta didik dalam pembelajaran perspektif global yang merupakan sebagian dari prestasi pembelajaran IPS keseluruhannya
  2. Nilai prestasi peserta didik dalam pembelajaran perspektifglobal merupakan umpan bali bagi kerja dan kinerja
  3. Nilai prestasi peserta didik itu memberikan gambaran tentang tingakt perkembangan kemampuan mereka (individal, klasikal) untuk program bimbingan selanjutnya
  4. Nilai prestasi peserta didik dalam pembeljaaran perspektif global, menjadi sarana mengungkapkan kelemahan – kekuatan dan faktor penghambat pendorong yangmenjadi dasar penyempurnaan pembelajaran selanjutnya.

PERENCANAAN TES


Bentuk Asesmen Kinerja
Apabila diperhatikan dari strukturnya maka bentuk utama dari asesmen kinerja terdiri dari dua komponen utama. Pertama, tugas (task) yang harus diberikan dan dikerjakan sisaw dan kedua, kriteria penskoran (rubric) yang digunakan untuk menilai kinerja siswa.

A.    Tugas (Task)
Asesmen jenis ini meminta anak untuk melakukan sesuatu atau menunjukkan kinerjanya sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru.
Informasi tentang keberhasilan siswa dalam unjuk kerja dapat diperolehdari berbagai jenis tagihan, misalnya :
  1. Computer adaptive testing
  2. Tes pilihan ganda yang diperluas
  3. Tes uraian terbuka (open ended questions)
  4. Tugas individu
  5. Tugas kelompok
  6. Proyek
  7. Interview
  8. Pengamatan

Tugas yang diberikan kepada siswa harus jelas sehingga siswa mengetahui dengan tepat apa yang harus dikerjakan. Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru dalam menyusun tugas adalah :
  1. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang akan dimiliki siswa setelah mereka mengerjakan tugas tersebut.
  2. Merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya dalam berpikir dan keterampilan. Setiap tugas perkembangan hendaknya memiliki kedalaman dan keluasan ynag sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
  3. Menetapkan kriteria keberhasilan.

Beberapa catatan penting yang harus diperhatikan guru pada saat merancang tugas dalam asesmen kinerja :
  1. Tugas-tuas yang disusun hendaknya merupakan bagian dari proses pembelajaran
  2. Tugas yang baik adalah tugas yang berhubungan dengan kehidupan nyata yang dihadapi siswa sehari-hari
  3. Tugas harus diberikan kepad semua siswa dengan adil.
  4. Jangan memberikan tugas yang terlalu mudah karena hal ini tidak akan memotivasi siswa dan tidak memberikan tantangan kepada siswa untuk melakukannya.

B.     Kriteria Penilaian (Rubric)
Rubrik terdiri dari daftar kriteria yang diwujudkan dengan dimensi-dimensi kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai disertai dengan gradasi mutu untuk setiap kriterai tersebut, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai dengan tingakt yang paling buruk.
Menurut Donna Szpyrka dan Ellyn B. Smith seperti dikutip oleh Zainul, A (2001) ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan rubrik :
  1. Menentukan konsep, keterampilan dan kinerja yang akan dinilai
  2. Merumuskan atau mendefinisikan serta menentukan urutan konsep dan atau ketearampilan yang akan dinilai ke dalam rumusan yang menggambarkan kinerja siswa
  3. Menentukan tugas yang akan dinilai
  4. Menentukan skala yang akan digunakan
  5. Mendeskripsikan kinerja mulaidari yang diharapkan sampai dengan kinerja yang tidak diharapkan
  6. Melakukan uji coba
  7. Melakukan revisi berdasar hasil uji coba.

Berdasarkan kegunaannya, rubrik dapat dibedakan menjadi dua yaitu rubric holistic dan rubric analytic rubric :
  1. Holistic Rubric
Adalah rubric yang deskripsi dimensi kinerjanya dibuat secara umum. Digunakan untuk menilia berbagai jenis kinerja.
Secara umum aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja siswa antara lain :
(a)    kualitas pengerjaan tugas
(b)   kreativitas dalam mengerjakan tugas
(c)    produk tugas

dimensi kinerja yang dapat digunakan untuk menilai keterampilan siswa dalam mengerjakan sesuatu antara lain :
(1)   kemampuan menggunakan prosedur kerja
(2)   kemampuan menunjukkan fungsi dari setiap langkah sesuai dengan prosedur
(3)   kemampuan memodifikasi prosedur yang ada tanpa menyalahi fungsi
  1. Analytic rubric
Adalah rubric yang dimensi atau aspek – kinerjanya dibuat lebih rinci, demikian pula deskripsi setiap aspek kinerjanya.  Analitic rubric tepat digunakan untuk menilai kinerja tertentu. Dimensi kinerja yang akan dinilai disesuaikan dengan kinerja yang akan diukur.
Komponen – komponen yang harus diperhatikan oleh murid pada saat membuat karangan . Komponen yang dimaksud adalah :
(a)    Struktur karangan harus mengandung judul, pembuka, isi dan penutup
(b)   Penggunaan bahasa harus memperhatikan pemilihan dan penggunaan kosakata, struktur kalimat, pembuatan alinea dan ejaan.


Asesmen Portofolio

A.    Pengertian dan Tujuan Portopolio
Portofolio adalah kumpulan hasil karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan upaya, proses, hasil dan kemajuan belajar yang dilakukan siswa dari waktu ke waktu. Pengertian yangagak berbeda dengan pengertian di atas tetapi pada dasarnya portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang dapat menunjukkan pencapaian dan perkembangan hasil belajar siswa.
Tiga prinsip dalam portofolio adalah collect, select, and relfect.

Secara lebih rinci karakteristik portofolio adalah :
  1. Asesmen portofolio adalah asesmen yang menuntut adanya kerja sama antara murid dengan guru
  2. Asesmen portofolio tidak hanya sekedar kumpulan hasil karya siswa tetapi yang terpenting adalah adanya proses seleksi yang dilakukan berdasar kriteria tertentu untuk dimasukkan ke dalam kumpulan hasil karya siswa.
  3. Hasil karya siswa dikumpulkan dari waktu ke waktu.
  4. Kriteria penilain yang digunakan harus jelas baik bagi guru ataupun bagi siswa dan diterapkan secara konsisten.

Menurut Jon Mueller tujuan penggunaan portofoio adalah untuk mencapai salah satu dari tiga tujuan berikut :
(1)   Menunjukkan perkembangan hasil belajar siswa
a.       menunukkan perkembangan atau perubahan kinerja siswa
b.      membantu mengembangakn proses keterampilan seperti self-evaluation dan perumusan tujuan
c.       mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa
d.      membantu perkembangan kinerja siswa dalam proses atau produk
(2)   Menunjukkan kemampuan siswa secara langsung
a.       menunjukkan kinerja siswa padaakhir semester atau akhir tahun
b.      menyiapkan hasil kerja terbaik untuk ditunjukkan kepada orang lain
c.       menunjukkan pekerjaan yang paling baik
d.      mengkomunikasikan bakat, keterampian dan kemampuan siswa kepad guru yang akan mengajar tahun berikutnya.
(3)   Menilai secara keseluruhan pencapaian belajar siswa
a.       menyimpan karya siswa untuk memperoleh nilai akhir
b.      menyimpan perkembangan karya siswa untuk mencapai kriteria yang telah ditetapkan
c.       menempatkan siswa pada tempat yang tepat

Ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan dalam menggunakan portofolio sebagai asesmen :
1.      Portofolio hendaknya memiliki kriteria penilaian yang jelas, spesifik, dan berorientasi pada research based criteria
2.      Untuk menilai kemampuan dan keterampilan siswa dapat digunakan berbagai sumber informasi yang mengenal dengan baik kemampuan dan keterampilan siswa.
3.      Untuk mendesaian portofolio perlu diperhatikan berbagai cara yang digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang berkontribusi terhadap portofolio.
4.      Porotfolio dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi seperti karangan, hasil lukisan, skor tes, foto dan sebagainya.
5.      Kualitas portofolio harus ditingkatkan dari waktu ke waktu
6.      Setiap mata pelajaran mungkin mempunyai bentuk portofolio yang berbeda dengan mata pelajaran yang lain.
7.      Portofolio harus dapat diakses secara langsung oleh orang-orang yang berkepntingan terhdap portofolio tersebutseperti guru, sekolah, orang tua dan siswa sendiri.

B.     Perencanaan Portofolio
Shaklee et.al (1977) memberikan delapan pedoman yang harus diperhatikan pada saat merencanakan portofolio :
1.      Menentukan kriteria dan atau standar yangakan digunakan sebagai dasar asesmen portofolio
2.       Menerjemahkan kriteria atau standar tersebut ke dalam rumusan-rumusan hasil belajar yang dapat diamati.
3.      Menggunakan kriteria, memeriksa ruang lingkup dan urutan materi dalam kurikulum untuk menentukan perkiraan waktu yang diperlukan untuk menentukan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti-bukti portofolio dan melengkapi penilaian.
4.      Menentukan orang –orang yang berkepentingan secara  langsung (stakeholders) dengan portofolio siswa.
5.      Menentukan jenis-jenis bukti yang harus dikumpulkan
6.      Menentukan cara yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan berdasar bukti yang dikumpulkan
7.      Menentukan sisetm yang akan digunakan untuk membaas hasil portofolio, pelaporan informasi dan keptusan asesmen portofolio
8.      Mengatur bukti-bukti portofolio berdasar umur, kelas atau isi agar kita dapat membandingkan.

C.     Pelaksanaan Portofolio
Berdasarkan perencanaan yang telah dibuat dan disepakati dengan siswa maka tugas guru kemudian adalah melaksanakan asesmen portofolio sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dalam pelaksanaan tersebut, tugas guru adalah :
  1. Mendorong dan memotivasi siswa
  2. Memonitor pelaksanaan tugas
  3. memberikan umpan balik
  4. Memamerkan hasil portofolio siswa

D.    Pengumpulan Bukti Portofolio
Tidak semua kumpulan karya siswa yang disimpan dalam folder selama satu semester atau satu tahun termasuk portofolio. Kumpulan karya siswa dapat dikatakan sebagai portofolio jika kumpulan karya tersebut merupakan representasi dari kumpulan karya terpilih yang menunjukkan pecapaian dan perkembangan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Beberapa guru memilih untuk menyimpan dua portofolio untuk setiap siswa. Satu portofolio disimpan sebagai bukti akhir pencpaian hasil belajar siswa dan satu lagi digunakan sebagai portofolio yang terus dikembangkan oleh siswa.

E.     Tahap Penilaian
  1. Penilaian dimulai dengan menetapkan kriteria penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa pada awal pembelajaran
  2. Kriteria penilaian yang telah disepakati diterapkan secara konsisten
  3. Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai penentuan tujuan pembelajaran berikutnya.
  4. Penilaian dalam asesmen portofolio pada dasarnya dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan.

PEMBERIAN NILAI DAN TINDAK LANJUT HASIL PENILAIAN



A.    Prinsip-prinsip Pemberian Nilai
Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Untuk itu guru harus mempersiapkan proses pembelajaran dengan mengembangkan acuan sistem pembelajaran. Produk persiapan pembelajaran yang dimiliki guru sekurang-kurangnya adalah berupa :
1.       Matriks kompetensi belajar (learning competency matrik) yang menjamin pengalaman belajar yang terarah dan
2.       Program penilaian otentik berkelanjutan (Contunus authentic assesment)

Sistem penilaian yang digunakan dalam KBK adalah penilaian kelas otentik (authentic assesmen) atau disebutkan sebagai penilaian kelas.

Penilaian kelas adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu membuktikan, atau menunjukkan secar tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

  1. Tujuan Penilaian kelas
Penilaian kelas hendaknya diarahkan pada empat tujuan berikut :
1.      Penelusuran yaitu bahwa penilaian bertujuan untuk meneluri agar proses pembelajaran anak didik tetap sesuai dengan rencana
2.      Pengecekan (checking-up) yaitu bahwa penilaian kelemahan-kelemahan yang dialami anak didik dalam proses pembelajaran
3.      Pencarian (Finding – out) yaitu bahwa penilaian bertujuan untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran
4.      Penyimpulan (summing-up) yaitu bahwa penilaian bertujuan untuk menyimpulkan apakah anak didik telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

  1. Fungsi Penilaian Kelas
1.      Fungsi motivasi,
Berarti bahwa penilaian yang dilakukan oleh guru di kelas harus dapat mendorong motivasi siswa untuk belajar
2.      Fungsi belajar tuntas
Yaitu penilaian kelas harus diarahkan untuk memantau ketuntasan belajar siswa
3.      Fungsi sebagai indikator efektivitas pengajaran berarti bahwa disamping untuk memantau kemampuan siswa, penilaian kelas juga digunakan untuk melihat seberapa jauh proses belajar-mengajar telah berhasil.
4.      Fungsi umpan balik yaitu
Bahwa hasil penilaian harus dianalisis oleh guru sebagai bahan umpan balik bagi siswa dan guru.

  1. Prinsip Penilaian Kelas
1.      Proses penilaian merupakan bagian dari pembelajaran
2.      Penilaian mencerminkan masalah dunia nyata
3.      Menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria
4.      Penilaian harus bersifat holistic
5.      Penilaian kelas mengacu kepada kemapuan
6.      Berkelanjutan
7.      Didaktis
8.      Menggali informasi
9.      Melihat yang benar dan yang salah

  1. Prosedur / Metode Penilaian Kelas
Agar tujuan penilaian dapat tercapai dengan efektif guru harus menggunakan berbagai metode dan teknik penilaian yang beragam sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakterisitk pengalaman belajar yang dialami siswa.

Metode-metode tersebut meliputi :
1.      Penilaian tertulis baik berupa soal pilihan mapun uraian
2.      Tes praktek
3.      Penilaian produk
4.      Penilaian proyek
5.      Peta perkembangan
6.      Evaluasi diri siswa
7.      Penilaian afektif dan
8.      Portofolio

ANALISIS DAN PERBAIKAN INSTRUMEN



A.    Mengapa analisis butir soal penting ?
Menurut Nitko (1983) analisis butir soal menggambarkan suatu proses pengamblan data dan penggunaan informasi tentang tiap-tiap butir soal terutama informasi tentang respon siswa terhadap setiap butir soal.
Arti penting penggunaan analisis butri soal
  1. Untuk mengetahi apakah butir soal yang disusun sudah berfungsi sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh penyusun soal
  2. Sebagai umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan mereka dalam menguasai suatu materi
  3. Sebagai umpan balik bagi anda sendiri sebagai guru untuk mengethaui kesulitan yang dialami siswa dalam memahami suatu materi
  4. Sebagai acuan untuk merivis soal
  5. Untuk memperbaiki kemampuan anda dalam menulis soal

B.     Kapan Analisis Butir Soal dilakukan ?
Tingkat kesukaran atau daya beda butir-butri soal adalah :
1.      Tingkat kesukaran butir soal
Tingkat kesukaran merupakan salah satu karakteristik yang dapat menunjukkan kualitas butir soaltersebut apakah termasuk mudah, sedang atau sukar
Butir soal dikatakan mudah jika sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar dan dikatakan sukar jika sebagian besar siswa tidak dapat menjawab dengan benar.

2.      Daya Beda
Daya beda butir soal memiliki pengertian seberapa jauh butir soal tersebut dapat membedakan kemampuan individu peserta tes. Butir soal di dukung potensi daya beda yang baik, akan mampu membedakan peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi (pandai) dengan peserta didik yan memiliki kemampuan rendah (kurang pandai)

C.     Bagaimana Cara Melakukan Analisis secara sederhana ?
Langkah-langkah dalam menganalisis butir soal adalah :
1.      Hitunglah jumlah jawaban yang benar untuk seluruh siswa
2.      Berdasarkan jumlah jawaban yang benar dari seluruh siswa tersebut disusun dari skor tertinggi ke skor terendah
3.      Berdasarkan urutan skor tersebut tentukan siswa yang termasuk dalam kelompok atas dan siswa yang termasuk ke dalam kelompok bawah.
4.      Hitunglah jumlah siswa dalam kelompok atas yang memilih tiap-tiap alternatif jawaban yang disediakan.
5.      Dengan cara yang sama menghitung jumlah siswa dalam kelompok.
6.      Hitung jumlah seluruh peserta tes yang menjawab benar
7.      Hitungtingkat kesukaran butir soal dengan rumus

D.    Bagaimana Mengalisis tes Uraian ?
Cara menganalisis tes uraian diberikan oleh Whitney
1.      Tentukan jumlah siswa yang termasuk dalam kelompok atas 25 % dan bawah 25%
2.      Hitunglah jumlah skor kelompok atas dan jumlah skor kelompok bawah
3.      Hitung tingkat kesukaran dan daya beda setiap butir soal

E.     Bagaimana Memperbaiki Butir Soal ?
Yang perlu diperhatikan dalam memperbaiki butri soal adalah :
1.      Perhatikan tingkat kesukaran butir soal
2.      Perhatikan daya beda butir soal

Sudah barang tentu untuk mengetahui apakah hasil perbaikan butir soal tersebut memberikan hasil yang lebih baik atau tidak, baru diketahui jika sudah diujikan.

F.      Bagaimana Memperbaiki Non-Tes ?
Prosedur memperbaiki instrument non tes sama dengan prosedur memperbaiki tes.
Dari hasil analisis dengan mudah akan memperoleh informasi yang jelas mengenai kualitas instrumen. Seperti validitas dan reliabilitas tes serta kualitas butir per butir dari instrumen tersebut.

Penyebab butir soal kurang baik antara lain :
1.      Penggunaan bahasa kurang komunikatif
2.      Kalimat bersifat ambiguos (dapat ditafsirkan
3.      Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat menyimpang dari indikator
4.      Pertanyaan atau pernyataan tidak mengukur trait (sifat) yang akan diukur

Sunday, April 22, 2012

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN INFORMASI HASIL BELAJAR


Tujuan utama dari kegiatan penilaian adalah untuk mengethaui apakah kompetensi dasar yang telah ditetapkan sudah dapat dicapai oleh siswa atau belum. Untuk keperluan tersebut guru perlu menyusun prosedur penilaian dalam bentuk kisi-kisi pengukuran. Kisi-kisi pengukuran tersebut antara lain berisi :
(a) aspek yang akan diukur : kognitif, afektif, atau psikomotor,
(b) jenis alat ukur yang digunakan : tes atau non-tes,
(c) teknik atau cara pengukurannya : tertulis, lisan, atau perbuatan
(d) cara penskoran serta pengolahannya.

Pengumpulan dan Pengolah Informasi Hasil Belajar dari Tes Tertulis
Informasi hasil belajar yang diperoleh dari tes tertulis dikumpulkan dari hasil tes tertulis yang telah dikerjakan siswa, baik yang berasal dari ulangan harian, tes tengah semester, ataupun tes akhir semester. Jenis tes yang sering digunakan di lapangan adalah tes objektif  dan tes uraian.

A. Memeriksa dan Mengolah Hasil Tes
1.      Memeriksa Hasil tes Objektif
Cara yang paling umum dilakukan oleh para praktisi pendidikan di lapangan adalah dengan pemeriksaan secaar manual. Cara ini tepat dilakukan jika jumlah peserta tesnya tidak terlalu banyak.  Jika jumlah peserta tes sangat besar, maka pemeriksaan secara manual dirasa tidak efektif lagi. Jika peserta tes dalam jumlah besar maka dapat menggunakan fasilitas komputer untuk menskor dan mengolahnya. Pembacaan jawaban siswa dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin pembaca (scanner machine) dan untuk mengolah data selanjutnya dapat digunakan komputer.

2.      Memeriksa Hasil Tes Uraian
Pemberian skor atau scoring merupakan masalah serius dalam pemeriksaan hasil tes uraian. Menurut Hopkins dan kawan-kawan (1990) terdapt lima faktor yang menjadi permasalahan pada saat memeriksa hasil tes uraian yaitu ketidaktetapan pemeriksa dalam memberikan skor, adanya hallo effect, carri over effect, order effect, dan adanya efek penggunakan bahasa serta tulisan siswa.

3.      Mengolah Data Hasil Tes
1)      Untuk tes objektif (tanpa formula tebakan)
Persentase penguasaan = x 100 %

2)      Untuk tes uraian :
Persentase penguasaan = x 100 %

B.     Pengumpulan dan Pengolahan Informasi haisl Belajar dari Unjuk Kerja Siswa

 Informasi hasil belajar yang diperoleh dari unjuk siswa kerja siswa, baik yang berupa unjuk kerja yang langsung diamati guru, pembuatan laporan, pengumpulan hasil karya, pengumpulan portofoio dan lain sebagianya. Satu hal yang tidak kalah penting adalah informasi yang berkenaan dengan proses selama menghasilkan karya tersebut.

Untuk memperoleh informasi tersebut sudah barang tentu guru harus mempersiapkan pedoman pengamatan yang dilengkapi dengan kriteria penskoran. Inilah yang dikenal dengan rubrik