Friday, May 11, 2012

Merancang dan Menyusun Alat Evaluasi secara Umum dalam Proses Belajar IPS di SD



A.    Pengertian evaluasi
Evaluasi atau penilaian adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Jadi, pada dasarnya yang dinilai adah program, yaitu suau kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, lengkap dengan tujuan dari kegiatan tersebut. Aspek yang dinilai dari program itu ada dua macam, yaitu tingkat keberhasilan dan tingkat efisiensi pelaksanaan program.
Dalam suatu proses belajar mengajar, yang melaksanakan evaluasi adalah guru, yaitu orang yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Guru sebagai figur yang selalu berinteraksi dengan murid memerlukan evaluasi formatif secara teratur agar dapat memperbaiki atau menyempurnakan proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Selain itu, gurulah yang paling menghayati permasalahan yangdihadapi oleh murid-muridnya sehingga dapat mencari upaya cara menanganinya.
Evaluasi atau penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dikerjakan cukup berhasil atau tidak. Jadi, yang dinilai atau dievaluasi adalah program, yaitu suatu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, lengkap dengna tujuan dari kegiatan tersebut.
Ada tiga istilah yang sering digunakan secara rancu, yaitu berikut ini :
1.      Pengukuran
2.      Penilaian atau evaluasi
3.      Pengambilan keputusan

Ketiga istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda karena tingkat penggunaannya yang berbeda.
Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data secara kuantitatif, sedangkan penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah suatu program telah berhasil dan efisien. Jadi, utnuk melakukan penilaian diperlukan data yang baik mutunya dan salah satu sumber datanya adalah hasil pengukuran.
Pengambilan keputusan atau kebijaksanaan adalah tindakan yang diambil oleh seseorang atau lembaga berdasarkan data atau informasi yang telah diperoleh, atas dasar pengukuran dan penilaian.
Untuk mengukur prestasi belajar diperlukan alat ukur yang disebut tes. Tes adalah himpunan pertanyaan yang harus dijawab oleh orang yang dites (testee). Dalam hal ini oleh siswa. Dalam tes prestasi belajar, yang hendak diukur adalah tingkat kkemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan oleh guru.

1.      Syarat-syarat tes yang baik
Tes yang baik mempunyai beberapa syarat-syarat penting sebagai berikut ini :
a.       Harus valid (sahih) atau hanya mengukur apa yang hendak diukur. Tes untuk bidang studi IPS, setiap buitir soalnya harus mengukur hanya pengetahuan IPS saja. Namun, kandang0kadang tidak semua soal yang ada hanya mengukur pengetahuan IPS. Ada beberapa soal yang sebetulnya mengukur pengetahuan agama atau bahasa. Jika ada tes yang mengukur lebih dari satu aspek (misalnya, IPS, agama dan bahasa) maka tes yang demikian disebut tes yang kurang valid (kurang sahih).
b.      Harus andal (reliable)
Keandalan, dalam hal ini meliputi kecermatan atau ketetapan (prescision) dan keajegan (consistency) dari hasil pengukuran yang dilakukan. Sebuah tes dengan jumlah butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran sedang tentu akan memberi informasi yang lebih teliti, dibandingkan tes yagn soalnya sedikit dan tingkat kesukaraannya rendah (mudah) atau berat sukar (di luar target). Dengan akta lain, soal-soal sebuah tes tidak boleh terlalu jauh di atas atau di bawah kemampuan siswa dan tingakt kesukaran butir-butir soal sebaiknya homogen. Tidak boleh terlalu mudah atau terlalu sukar.

2.      Merancang Alat Evaluasi atau Tes.
Sebelum menyusun sebuah tes, terlebih dahulu harus memperhatikan hal-hal berikut.
a.       Tujuan tes
Dalam bidang pendidikan, tujuan tes dapat dipakai untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam pokok bahasan atau subpokok bahasan tertentu setelah materi diajarkan. Selain itu, dapat pula untuk mengethaui kesulitan belajar peserta didik atau siswa (diagnostik tes). Oleh karena tu, tujuan tes harus dibuat berdasarkan pokok bahasan/subpokok bahasan yang diajarkan.
b.      Penyusunan kisi-kisi tes
Kisi-kisi tes atau tabel spesifikasi (test blue print), harus dibuat sebelum seseorang membuat atau menyusun tes. Kisi-kisi tes merupakan rambu-rambu ruang lingkup dan isi soal yang akan diajukan.
Sebelum membuat kisi-kisi tes, terlebih dahulu harus melihat kurikulum sekolah yang berlaku. Dalam hal ini, kurikulum sekolah dasra, misalyna SD kelas 3 semester 1
Dari kurikulum itu dapat kita pelajari tentang hal-hal berikut ini
1.      Kompetensi Dasar (KD)
KD dalam kurikulum kelas 3 SD semester I, kemampuan mendeskripsikan kedudukan danperan anggota keluarga.
2.      Materi Pokok
Kedudukan dan peran anggota keluarga
3.      Hasil Belajar
a.       kedudukan anggota keluarga
b.      peran anggota keluarga
4.      Indikator
a.       Kedudukan anggota keluarga, diperinci menjadi :
1)      Menyebutkan kedudukan setiap anggota keluarga
2)      Membuat silsilah keluarga
b.      Peran anggota keluarga, diperinci menjadi :
1)      Menjelaskan peran setiap anggota keluarga
2)      Menjelaskan kecenderungan perubahan peran di keluarga
3)      Menceritakan pengalaman siswa dalam melaksanakan perannya dalam keluarga
5.      Setelah indikator materi (uraian mater) dibaut, selanjutnya dibaut indikator soal atau kisi-kisi tes.
Untuk materi peran setiap anggota keluarga misalnya peran/.tugas anak, dapat dibuat indikator tes sebagai berikut.
”Siswa dapat menyebutkan paling sedikit 2 tugas anak di rumah”
Dari indikator tes tersebut (yang mengukur aspek ingatan) dapat dibuat tes hasil belajarnya sebagai berikut. Dua tugas anak di ruah, atara lain berikut ini
a.       Membantu orang tua dan belajar
b.      Nonton TV dan rekreasi
c.       Rekreasi dan pesta
d.      Makan enak dan belajar

Dari pilihan tersebut, yang terbaik dan benar adalah a. Contoh lain, masih materi tgas anggota keluarga. Misalnya tugas ayah, dapat dibuat dndikator sebagai berikut.
Setelah dijelaskan susunan (kedudukan) anggota keluarga, siswa dapat memilih tugas utama ayah sebagai kepala keluarga.
Tugas utama ayah sebagai kepala keluarga adalah berikut ini :
a.       Membantu ibu
b.      Membimbing anak-anak
c.       Mencari nafkah
d.      Pergi ke kantor
Jawaban yang tepat adalah (c)

Jadi, dalam merancang, tes, pertama kita perlu mempelajari kurikulum sekolah yang berlaku mengenai hal-hal berikut.
1.      Kompetensi dasar Materi pokok Hasil Belajar Indikator
2.     Setelah indikator materi, dibuat indikator tes atau tujuan instruksional khusus (TIK) untuk tes yang akan disusun.

Dari indikator tes atau TIK tugas ayah, seperti disebutkan di atas, aspek yang akan diukur adalah pemahaman.
Apa yang diuraikan di atas adalah uraian materi dari : Kedudukan anggota keluarga. Selanjutnya, kedudukan anggota keluarga dapat diperinci menjadi, seperti berikut ini.
1)      Ayah, bertugas sebagai kepala keluarga dan mencari nafkah
2)      Ibu, bertugas mengatur kebutuhan rumah tangga
3)      Anak-anak bertugas membantu orang tua dan belajar

Untuk matei (1), (2), dan (4) dapat dibuat indikator tes atau TIK berturut-turut sebagai berikut :

Indikator Tes
Apek yang diukur
a
Setelah dijelaskan tugas ayah siswa dapat menyebutkan tugas ayah  yang utama. Setelah dijelaskan tugas ibu yang cukup
Ingatan
B
Banyak, siswadapat menyimpulkan tugas ibu yang penting (utama)
Pemahaman
c
Setelah dijelaskan tugas anak di rumah, siswa dapat membantu ibunya menyapu halaman rumah dan mengepel lantai
Aplikasi





3.      Menyusun Alat Evaluasi atau Tes
a.       Dalam menyusun soal atau tes pertama-tama harus dibuat indikator tes atau TIK, seperti telah disebutkan, yang langkah-langkahnya sebagai berikut :
1)      Memilih Kompetensi Dasar (KD)
2)      Memilih materi pokok, hasil belajar dan indikator materi
3)      Membuat indikator tes atau TIK
4)      Menulis soal berdasrakan indikator tes yang telah dibuat
b.      Kriteria indikator tes yang baik
1)      Membuat ciri-ciri dari TIU yang hendak diukur
2)      Membuat satu kata kerja operasional yang dapat diukur
3)      Berkaitan erat dengan materi pokk hasil belajar beserta indikator materi
4)      Dapat dibuat soal
c.       Kriteria pokok penulisan soal
1)      Harus sesuai dengan indikator tes
2)      Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
3)      Pernyataan yang ada pada pokok soal atau pada pilihan jawaban harus singkat, padat dan jelas
4)      Pokok soal jangan memberi petunjukke arah jawaban yangbenar
5)      Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
6)      Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
7)      Pilihan jawaban jangan menggunakan pernyataan, semua pilihan jawaban salah atau semua pilihan jawaban benar
8)      Pilihan jawaban yang menggunakan angka, harus diurutkan dari kecil ke besar
9)      Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar
10)  Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal-soal sebelumnya.

1 comment: