Friday, May 11, 2012

KALIMAT EFEKTIF


Pilihan Kata
Dalam rangka menghasilkan kalimat yang efektif, salah satu kegiatan utama penutur adalah memilih kata. Perlu disadari bahwa memilih kata adalah keterampilan yang dapat dibentuk melalui pelatihan. Pekerjaan memilih kata bukanlah pekerjaan yangberat asalkan memahami konsep memilih kata, kiat memilih kata dan terampil memanfaatkan kiat memilih kata dalam penyusunan kalimat yang efektif.

Sebuah kata akan mendukugn terbentuknya kalimat efektif apabila kata itu memiliki kesanggupan untuk mewadahi gagasan yang akan diungkapkan penutur dengan tepat dan emmiliki kesanggupan utuk menimbulkan kembali gagasan itu dengan tepat pula pada benak (pikiran dan atau perasaan) mitra tutur.

Kesanggupan tersebut dapat dipenuhi dengan dua kaidah penggunaan kata, yakni kaidah ketepatan dan kaidah kecocokkan kaidah ketepatan diukur dari gagasan yang akan disampaikan dan diterma partisipan. Kaidah kecocokkan diukur dari kesesuaian kata dalam konteks penggunaan sesuai dengan kelaziman penggunaan kata, baik konteks kalimat maupun konteks luar kalimat.

A.    Penggunaan kata-kata yang bersinonim
1.      Sinonm yang salah satu anggotanya bermakna lebih umum, sementara yang lain lebih khusus. Ukurannya adalah keluasan kandungan makna : kata yang umum memiliki makna lebih luas daripada anggota sinonim yang lain
2.      Sinonim yang perbedaannya terletak pada intensitas makna. Salah satu anggota sinonim bermakna lebih intensif daripada makna kata yang lain.
3.      Sinonim yang perbedaannya terletak pada makna emotifnya. Dua kata atau lebih memiliki makna yang hampir sama, dan perbedaannya pada tingkat makna emotifnya.
4.      Sinonim yang berbeda dalam penggunaan umum dan teknis. Satu anggota kata yang bersinonim itu berlaku pada penggunaan bahasa dalam ragam komunikasi umum, sedangkan kata yang berlaku dalam ragam bahasa teknis.
5.      Sinonim yang memiliki perbedaan tingkat kebakuannya.  Tidak dihadapkan pada pilihan kata yang benar dan yang salah, tetapi pada kata yang baku dan kata yang tidak baku.
B.     Penggunaan Kata Secara Hemat
Semakin tinggi tingkat kemubaziran kata, semakin tinggi pula ketidakhematan kata yang digunakan.

C.     Penggunaan Kata secara konsisten
Kata-kata yang digunakan dalam kalimat memenuhi syarat konsistensi apabila kata-kata digunakan untuk mengungkapkan gagasan secara setia. Konsistensi penggunaan kata tidak hanya dihubungkan dengan gagasan diungkapkan dengan kata itu, tetapi juga dihubungkan dengan kata lain yang sudah digunakan. Jika ada modifikasi bentuk dan makna, modifikasi juga tidak dapat dilepaskan dari kata lain yang berhubungan.


Pengembangan Kalimat Efektif
A.    Persyaratan Kalimat Efektif
Kalimat efktif dapat diwujudkan dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku :
1.      Persyaratan Kebenaran Struktur
Kalimat efektif terikat pada kaidah struktur. Dengan keterikatan itu kalimat efektif dituntut memiliki struktur yang benar. Struktur itu dapat dilihat pada hubungan antarunsur kalimat.
Kalimat yang berstruktur benar adalah kalimat yang unsur-unsurnya memiliki hubungan yang jelas.

2.      Persyaratan Kecocokkan
Adalah persyaratan yang mengatur ketetapan kalimat dalam konteks. Kecocokkan tidak hanya ditentukan oleh konteks kebahasaan, yakni konteks yang berupa kalimat sebelumnya. Konteks non-kebahasaan juga sangat menentukan kecocokkan itu.

B.     Kiat Penyusunan Kalimat Efektif
1.     Kiat Pengulangan
Untuk memperlihatkan bagian yang dipentingkan dalam kalimat tersebut.

2.     Kiat Pengedepanan
Untuk menunjukkan bahwa hal yangdikedepankan itu penting, dan dapat dipahami karena kesan penerima tutur akan terpusat pada bagian yang diterima pertama daripada bagian yang lain.

3.     Kiat Penyejajaran
Akan menimbulkan kesan baha unsur yang disejajarkan itu penting, dapat dipahami karena unsur yang disejajarkan itu tampak menonjol. Prinsipnya adalah konsistensi, yang dapat dipilah atas konsistensi kategori dan konsistensi struktur.

4.     Kiat Pengaturan Variasi Kalimat
Dapat dikenakan pada dua hal, yakni variasi struktur dan variasi jenis. Variasi struktur memiliki kemungkinan struktur aktif-pasif, struktur panjang pendek. Variasi jenis memiliki kemungkinan jenis kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat seru.

No comments:

Post a Comment