Friday, May 11, 2012

PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR



A.    LANDASAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU SD
  1. Apa yang Dimaksud dengan Kompetensi ?
Apakah yangdimaksud dengan kompetensi ? Istilah ini begitu lekat di hati para guru dan para pekerja profesional lainnya, namun apakah pengertian kompetensi sudah dipahami sama oleh smeua orang yang menggunakannya ? Menurut Anda apa yang dimaksud dengan kompetensi ? Mungkin secara singkat anda akan mengatakan : Kompetensi sama dengan kemampuan. Jawaban anda tidak kelirum namun jawaban tersebut perlu dipertajam sehingga dapat menyentuh hakikat yang sebenarnya.
Kompetensi dapat disamakan dengan suatu tindakan cerdas dan bertanggungjawab yang ditunjukkan oleh seseorang sebagai bukti bahwa ia memang kompeten dalam bidang tersebut. Tindakan cerdas dan bertanggungjawab tersebut hanya dapat ditunjukkan oleh seseorang jika ia memiliki ilmu atau pengetahuan yang mantap, keterampilan yang memadai serta sikap yang memungkinkan ia menunjukkan tindakan tersebut secara cerdas.

  1. Proses Pengembangan Standar Kompetensi
Dengan pesatnya perkembangan di berbagai bidang, guru dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan menghadapi berbagai tantangan. Dalam kaitan ini pendekatan kompetensi diharapkan mampu membawa perbaikan dalam mutu guru, dan tentu saja mutu pendidikan secara umum. Sebagai guru SD, anda pasti sudah akrab dengan kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) karena memang pendekatan komptensi diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Sebagai konsekuensi dari pendekatan kompetensi ini, pelrlu dikembangkan standar kompetensi, salah satu diantaranya adalah standar kompetensi guru SD.
Sebagaimana halnya dengan standar kompetensi di bidang profesi lainnya, standar kompetensi guru SD dikembangkan dengan mengacu kepada hal-hal berikut :
    1. Ketetapan perundang-undangan yang terkait dengan guru SD, seperti UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    2. Tugas pokok danfungsi (tupoksi) guru SD. Sebagai seorang pendidik, guru SD mempunyai tugas pokok mengajar, membimbing dan melatih peserta didik usia SD. Oleh karena itu, seorang guru SD harus paham benar akan konteks tugasnya, baik yang mencakup sistem pendidikan di SD maupun yang mencakup peserta didik yang akan menjadi asuhannya. Berkaitan dengan hal ini, dan sesuai dengan PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, guru SD adalah guru kelas yang berugas mengajarkan lima mata pelajaran SD.
    3. Berbagai asumsi landasan program, berupa pernyantaan-pernyataan yang dianggap benar berdasarkan dugaan ahli, penelitian, dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Misalnya, peserta didik adalah makhluk Tuhan, Makhluk sosial dan makhluk individu yang diasumsikan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan, atau pembelajaran diasumsikan sebagai interaksi antara peserta didik dengan sumberbelajar
    4. Kompetensi guru SD yang sudah pernah ada seperti 10 kompetensi guru lulusan SPG.

B.     PROFIL KOMPETENSI GURU SD
STANDAR Kompetensi guru SD terdapat dalam dua dokumen resmi. Pertama, dalam dokumen Standar Kompetensi Guru kelas SD-MI lulusan S1 PGSD (SKGK-SD/MI), yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti pada tahun 2006, dan kedua, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16/2007 (Permen No. 16/2007) tentang Standar Kualifikasi Akademi dan Kompetensi Guru.
Dalam SKGK-SD/MI, standar kompetensi dirumuskan dalam empat rumpun kompetensi yaitu (1) kemampuan mengenal peserta didik secara mendalam, (2) Penguasaan bidang studi, (3) kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, dan(4) kemampuan mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. Setiap rumpun kompetensi dijabarkan menjadikomptensi, yang secara keseluruhan berjumlah 29 kompetensi.
Sementara itu, dlam Permen No. 16/2007,  Est├índar Kompetensi Guru SD/MI dirumuskan menjadi 24 kompetensi inti, yang dikelompokkan berdasarkan kompetensi agen pembelajara nyag terdapat dalam peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP. No. 19/2005, tetang SNP). Kompetensi sebagai agen pembelajaran terdiri dari (1) kompentensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompentensi profesional dan (4) kompetensi sosial. Setiap kompetensi inti kemudian dijabarkan menjadi kompetensi guru SD/MI. Tidak ada spesifikasi pengalaman belajar dalam Standar Kompetensi ini karenamemnag standar kmpetensi dalam permen ini bukan diniatkan untuk menjadi acuan dalam pendidikan guru.
Pengelompokan SKGK-SD/MI didasarkan pelaksaan tugasnya, mulai dari siapa yang dihadapi (memahami karakterisitik peserta didik), apa yang akan diajarkan (penguasaan bidang studi), bagaiaman mengajarkannya (kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik), serta kemampuan mengembangkan diri secara terus – menerus. Dengan demikian, pengelompokkan ini didasarkan pada tugas-tugas nyata seorang guru, yang sering juga disebut sebagai : sosok utuh kompetensi profesional guru”.
Sementara itu, pengelompokkan kompetensi Permen No. 16/2007 yang mengambil dari PP No 19/2005, tampaknya lebih mengacu kepada teori, bukan kepada tugas-tugas nyata seorang guru di lapangna. Kompentensi pegdagogik merupakan rumah dari kompentesi guru yang bersumber dari ilmu pendidikan, sedangkan kompetensi kepribadian lebih menekankan pada sifat-sifat yang harus dimiliki seorang guru, bukan pada bagaimana cara guru mengaktualisasikan sifat-sifat tersebut dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Selanjutnya, skompetensi profesional hanya dimaknai sebagai penguasaan bidang studi secara luas dan mendalam, sedangkan kompetensi sosial hampir sama dengan kompetensi kepribadian, lebih menekankan pada sifat-sifat sosial yang harus dimiliki oleh seorang guru. Oleh karena sifat pengelompakan seperti itu, maka pengelompokan kompetensi guru menjadi : Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi profesional dan Kompetensi sosal terkesan pragmentaris atau terpisah-pisah tanpa menunjukkan satu keutuhan.
Kompetensi ini merupakan perpaduan antara kompetensi dari Permen No. 16/2007 dan ini dilakukan dengan menggunakan kompetensi yang terdapat pada SKGK-SD/MI sebagai acuan utama, kemudian dilanjutkan dengan pengkajian setiap butir kompetensi, baik yang berasl dari SKGK-SD/MI maupun dari Permen No. 16/2006.

Kompentesi Guru SD/MI
1.      Memahami karakteristikan anak usia SD/MI dalam penggalan kelompok usia tertentu  (kelas awal dan kelas lanjut)
2.      Memahami karakteristik anak usia SD/MI yang membutuhkan penanganan secara khusus
3.      Memahami latar belakagn sekluarga masyarakat untuk menentapkan kebutuhan belajar anak usia SD/MI dalam konteks kebinekaan budaya
4.      Memahami cara belajar dn kesulitan belajar anak usia SD/MI dalam penggalan kelompok usia tertentu (kelas awal dan kelas lanjut)
5.      Mampu mengmbagnkan potensi peserta didik anak usia SD/MI
6.      Menguasai substansi dan metodologi dasar keilmuan bahasa Indonesia yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI
7.      Menguasai subtansi dan metodolgoi dasdar keilmuan Matematika yang mendukung pembelajaran Matematika di SD/MI
8.      Menguasai subtansi dan metodologi dasar keilmuan Ilmu Pengetahuan  Alam (IPA) yang mendukung pembeljaran IPA di SD/MI
9.      Menguasai substansi dan metodologi dasar keilmuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mendukung pembelajaran IPS di SD/MI
10.  Menguasai substansi dan metodologi dasar keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan (PK) yang mendukung pembelajaran PKn di SD/MI
11.  Menguasai materi ajar lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPAS dan PKn) dalam kurikulum SD/MI
12.  Mampu melakukan kegiatan untuk mengembangkan substansi dan metodologi dasar keilmuan lima mata pelajaran SD/MI
13.  Menguasai dasar-dasar materi kegiatan ekstra kurikuler yang mendukug tercapainya tujuan utuh pendidikan peserta didik SD/MI
14.  Menguasai prinsip-prinsip dasar pembelajaran yang mendidik Mampu mengembangkan kurikulum dan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI, secara kreatif dan produktif
15.  Mampu mengembangkan kurikulum dan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI, secara kreatif dan produktif
16.  Mampu merancang pembelajaran yang mendidik
17.  Mampu melaksanakan pemebelajaran yang mendidik
18.  Mampu menilai proses dan hasil pembelajaran yang mengacu pada tujuan utuh pendidikan
19.  Mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pembelajaran
20.  Selalu menampilkan diri sebagai pribadi yangjujur, berakhlak muli, dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat
21.  Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
22.  Menjunjung tinggi kode etik guru
23.  Mampu mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
24.  Mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas
25.  Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, komunikasi dan peningkatan wawasan
26.  Mampu berkomunikasi secara efekti, empatik dan satun dengan peserta didik
27.  Mampu berkomunikasisecara satu dan efektif dengan orang tua, peserta didik sesama pendidik dan masyarakat
28.  Mampu berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di tingkat lokal, regional nasional dan global
29.  Mampu beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya
30.  Mampu menggunakan bahasa inggris untuk mengembangkan wawasan.


Kelebihan Kompetensi Lulusan S1 PGSD dibandingkan dengan Kompetensi Lulusan DII PGSD
1.      Mampu mengembangkan potensi peserta didik usia SD/MI
2.      Mampu melakukan kegiatan untuk mengembangkan substansi dan metodologi dasar keilmuan lima mata pelajaran SD/MI
3.      Mampu mengembangkan kurikulum dan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI secara kreatif dan inovatif
4.      Mampu meningkakan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK)
5.      Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional dan global
6.      Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran, berkomunikasi dan mengembangkan diri  
7.      Mampu beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah republik Indonesia yangemiliki keragaman sosial budaya
8.      Mampu menggunakan bahasa Inggris untuk mengembangkan wawasan.


C.     INDIKATOR PENGUASAAN KOMPETENSI GURU SD
Pendidikan berbasis kompetensi menggunakan penguasaan kompetensi sebagai indikator bahwa seorang calon guru.guru telah menguasai kompetensi yang dipersyarakan.
Pada dasarnya, asesmen penguasaan kompetensi dipilih sesuai dengan hakikat kompetensi. Untuk kompetensi yang bearada pada kawasan kognitif atau penguasaan akademik, asesmennya dapat dilakan dengan tes, baik berupa tes objektif atau uraian. Kompetensi yang bersifat keterampilan, seperti dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunkasi dalam pembelajaran atua dapat berkomunikasi lisan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pada dasarnya diases melalui pengamatan peragaan unju kerja, sedangkan penguasan nilai dan sikap dapat diases melalui pengamatan dalam situasi sebenarnya (otenti). Artinya situasi yang diamati bukan situasi buatan atau situasi simulasi, tetapi benar-benar situasi yang asli, seperti kedisiplinan, tanggungj jawab, bekerja sama diamati dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Selanjutnya, unjuk kerja profesional, seperti kemampuan mengajar harus diases melalui pengamatan yang menggunakan instrumen yang menuntu penggunaannya mempunyai kemampuan tinggi dalam mengambil keputusan. Instrumen tersebut mungkin sudah anda kenal yaitu Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG)

FORUM PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU

A.    PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU
Kompetensi
Peningkatan profesinalitas secara berkelanjutan dapat dijabarkan menjadi beberapa kompetensi, salah satu di antaranya adalah mampu memperbaiki pembelajaran melalui penelitian indakan kelas (PTK). Sasaran akhir dari peningkatan profesionalitas adalah meningkatnya kualitas kinerja guru, yang tentu saja berdampak pada meningkatnya kualitas proses dan hasil belajar siswa. Jika guru mampu memperbaiki pembelajaran melalui PTK, berarti guru mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Ini berarti, peningkatan profesionalita guru diharapkan akan mampu meningkatkan mutu pendidikan.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas. Jabaran kompetensi dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan pengalaman belajar atau kegiatan yag dapat dilakukan oleh guru.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Melakukan refleksi pada setiap akhir pembelajaran
  2. Berkolaborasi dengan teman sejawat dan jika perlu dengan dosen LPTK dalam melaksanakan PTK.
  3. Mengomunikasikan hasil-hasil PTK melalui berbagai media, seperti rapat-rapat guru, seminar terbatas, memublikasikannya dalam media cetak atau elektronik, khususnya melalui website Klinik Pembelajaran.
  4. Mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khusunya pendidikan SD melalui berbagai media, termasuk melalui internet.
  5. Mengikuti berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, diskusi, pameran buku.
  6. Berperan serta dalam berbagai kegiatan pendidikan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional dan global, misalnya ikut dalam penyusunan KTSP, pengembangan bahan ajar, atau penulisan soal-soal ujian, memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
  7. Mengikuti perkembagnan ilmu dalam lima mata pelajaran SD melalui berbagai media, termasuk materi dalam bahasa Inggris dan kemudian mencoba mencerna materi tersebut, dan jika dianggap perlu mengakomodasi materi tersebut dalam pembelajaran.
  8. Mengikuti berbagai kegiatan guru seperti berorganisasi, menghadiri pertemuan rutin, atau melakukan kegiatan sosial.

B.     BERBAGAI WADAH PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU
Beberapa dari wadah atau forum tersebut antara lain : kelompok Kerja Guru (KKG), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Klinik Pembelajaran, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), PGRI.
  1. Kelompok Kerja Guru (KKG)
KKG dapat dibedakan atas KKG SD, KKG Penjas, KKG Agama. KKG SD beranggotakan guru kelas SD, KKG Penjas beranggotakan guru Pendidikan Jasmani, sedangkan KKG Agama beranggotakan guru-guru agama. KKG bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui arena bertukar pikiran, pengalaman, dan informasi, sehingga para guru dapat berkembang menjadi guru yang profesional, yang mampu meningkatkan kreativitas dan efektivitas dalam mengelola pembelajaran, sehingga mampu menemukan atau menciptakan inovasi dalam pembelajaran.
Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1996, yang berkaitan dengan kompetensi guru Pendidikan Menengah Umum menunjukkan bahwa kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) lebih terfokus pada pengembangan perangkat pembelajarna, yang mencakup Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Di samping mengembangkan perangkat pembelajara, berbagai kegiatan lain dapat dilakukan guru melalui forum KKG, di antaranya sebagai berikut :
a.       Berbagi pengalaman tentang pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh guru, baik yang berupa praktek-praktek yang dianggap berhasil (best practices), maupun masalah yang perlu dipecahkan bersama-sama.
b.      Berbagi informasi tentang model-model pembelajaran terbaru. Guru merupakan ujung tombak pembaharuan ’ oleh karena itu, seyogianya guru selalu berusaha memperluas wawasannya melalui berbagai cara.
c.       Penelitian mengenai kinerja guru menunjukkan bahwa para guru, termasuk guru SD masih banyak yang mempunyai masalah dalam menyajikan konsep tertentu.
d.      Menyelenggarakan Seminar Ilmiah merupakan satu kegiatan yang dapat diprakarsai oleh KKG.

  1. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)
Sejak tahun 2005-an, yaitu sejak dikeluarkannya PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, nama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan atau disingkat LPMP menjadi dikenal di dunia pendidikan.
Baik BPG maupun LMP berkedudukan di provinsi. Jika BPG berfungsi untuk menyelenggarak berbagai penataran bagi guru, tentu saja dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, maka LPMP ”bertugas untuk membatun Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan meenngahserta pendidikan nonformal, dalam berbagi upaya penjaminan mutu satuan pendidikan untuk mencapai standar nasional pendidikan.
Di antara banyak kegiatan yang dilakukan LPMP, kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas guru juga banyak, antara lain sebagai berikut :
a.       Berbagai kegiatan pengembangan kurikulum dan perangkat pembelajaran, seperti ketika menyusun KTSP, RPP, soal-soal ujian, atau pengembangan berbagai media pembelajaran.
b.      Berbagai penataran atua pelatihan bagi para guru SD, baik berupa pelatihan penguasaan bidang studi bahan ajaran, pembuatan media, maupun berbagai pendekatan dalam pembelajaran.
c.       Berbagai kegiatan sosialisasi kebijakan yang terkait dengan guru, misalnya saja sosialisasi program sertifikasi.

  1. Klinik Pembelajaran
Klinik Pembelajaran (KP) merupakan wadah peningkatan profesionalitas guru dan calon guru melalui arena berbagai informasi, masalah dan pengalaman.
KP mulai dikembangkan oleh Direktorat Jendereal Pendidikan Tinggi pada tahun 2005 dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Salah satu wadah bagi guru dan calon guru untuk mendapatkan bantuan profesional
b.      Wadah bagi dosen untuk mengembangkan kemampuan membimbing
c.       Wadah berbagi pengalaman bagi guru, mahasiswa calon guru, dosen melalui komunikasi langsung dan tidak langsung.
d.      Menerapkan pendekatan klinis (yang punya masalah proaktif)
e.       Komunikasi tidak langsung dilakukan di sentra-sentra KP, sedangkan komunikasi tidak langsung dilakukan melalui online.
f.       Menyediakan bantuan profesional dalam bidang pembelajaran dan keterampilan komunikasi online
g.      Fokus bantuan : guru dan calon guru
h.      Menyediakan sumber belajar yang mencakup masalah-masalah pembelajaran/pendidikan yang terkini dalam bentuk booklet
i.        Mempunyai pusat kegiatan berupa telecenter
j.        Ketenagaan : supervisor, fasilitator, pengelola teknis
k.      Fasilitas : komputer dalam jumah yang memadai dan jaringan internet, ruang dikusi, sumber belajar
l.        Web : memuat informasi/perkembangan KP, wadah komunikasi online
m.    Terbuka bagi masyarakat luas.

  1. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, disingkat LPTK merupakan wadah pendidikan formal yang menyediakan kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasi.
Selain sebagai penyedia pendidikan formal untuk peningkatan kualifikasi, LPTK juga memiliki para dosen yang dapat membantu guru SD untuk meningkatkan profesionalitas melalui kolaborasi.

  1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
PGRI yang diikrakrkan pada 25 November 1945 merupakan organisasi proesi yan bersifat unitaristik dan nonpolitik praktis.
Wadah untuk peningkatan profesional-litas dan wawasan tersebut dapat disediakan dalam berabgai bentuk seperti jurnal ilmiah, berbagai kegiatan pelatihan, penyelenggaraan seminar dengan mengundang par pakar pendidikan.

  1. Kursus-kursus
Ada satu wadah lagi yang perlu dilirik oleh para guru dalam mningkatkan profesionalitas. Wadah tersebut adalah berbagai jenis kursus yang tumbuh menjamur.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat menuntut setiap orang yang tidak mau ketinggalan untuk menguasai teknologi tersebut. Sebagai seorang guru yang diharapkan mempunyai akses yang luas ke segenap informasi.
Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan keterampilan komputer akan membantu guru untuk menignkatkan profesionalitasnya melalui informasi yang dapat diakses dari internet.

C.     MEMILIH WADAH PENINGKATAN PROFESIONALITAS
Berdasarkan pertimbangan ini, forum dapat dipilah menjadi lima jenis berikut :
  1. Wadah yang menyelenggarakan kegiatan yang pesertanya sudah ditetapkan terlebih dahulu seperti LPMP.
  2. Wadah yang menyelenggarakan program yang dapat diikuti oleh mereka yan memenuhi syarat tertentu, tetapi juga mempunyai program kegiatan yang dapat diikuti oleh semua guru yang berminat. Wadah seperti ini adalah LPTK yang menawarkan Program S1 PGSD, S2 dan S3 Pendidikan Dasar.
  3. Wadah yang mempunyai anggota khusus dan program kegiatannya wajib diikuti oleh setiap anggota, yaitu KKG
  4. Wadah dengan program terbuka bagi semua guru, seperti Klinik Pembelajaran dan PGRI
  5. Wadah dengan program terbuka untuk umum, yaitu kursus-kursus.

No comments:

Post a Comment