Saturday, October 19, 2013

Profil Kurikulum SD di Beberapa Negara



Guru sekolah dasar perlu memiliki wawasan mengenai profil kurikulum di negara lain sehingga akan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada para guru mengenai sejauh mana kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dan kendala-kendala dalam pelaksanaan kurikulum di negara lain.
Malaysia adalah negara tetangga terdekat dengan Indonesia. Tujuan pendidikan di Malaysia dimanifestasikan dalam the National Philosophy of Education yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya yang terus-menerus untuk mengembangkan profesi individu secara holistik dan berintegrasi serta menganut azas keseimbangan secara harmonis antara aspek intelektual, spiritual, emosional dan fisik, didasarkan pada keyakinan dan ketaatan kepada Tuhan.
Malaysia menggunakan sistem kurikulum yang dikembangkan secara nasional yang diterapkan pada seluruh level sekolah, terutama sekolah dasar dan sekolah menengah. Peranan kurikulum sekolah diarahkan kepada pengembangan individu secara holistik melalui penanaman pengetahuan umum dan keterampilan, penanaman sikap dan nilai-nilai moral.
Kurikulum berbasis konten dan keterampiolan. Isi pada setiap subjek memperkuat dan mempermudah pengembangan keterampilan-keterampilan dasar, penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir. Setiap mata pelajaran harus selalu memasukkan penanaman nilai-nilai moral dan sikap dan memperbaiki penggunaan bahasa Melayu dan bahasa lainnya.
Kurikulum terpadu sekolah dasar (ICPS) di Malaysia dibagi ke dalam dua fase, fase pertama terdiri dari atas kelas 1,2, dan 3 kemudian fase kedua, yaitu kelas 4, 5, dan 6. ICPS sangat konsisten kepada tigas area, yaitu komunikasi, manusia dan lingkungan, serta pengembangan diri.
Filipina adalah negara yang berpenduduk sekitar 70 juta orang. Implementasi kurikulum sekolah menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Filipino. Pada level sekolah dasar, bahasa Inggris digunakan dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Sains, dan Kesehatan. Sedangkan bahasa Filipino digunakan dalam mata pelajaran Civic dan Kebudayaan, Pendidikan Karakter, Home Economic Education, Musik, Kesenian, dan Pendidikan Fisik. Pada level sekolah dasar, sistem persekolahan di Negara Filipina sama dengan di Indonesia yaitu menerapkan durasi 6 tahun. Pendidikan sekolah dasar di Filipina termasuk pendidikan wajib.
Kebijakan pengembangan kurikulum di Filipina dirancang oleh Departemen Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga. Dalam 5-10 tahun mendatang, reviu kurikulum difokuskan pada identifikasi dan implementasi kurikulum inti. Kurikulum yang dikembangkan berpusat kepada siswa dan berbasis masyarakat, terdiri atas mata pelajaran inti yang dipelajari setiap hari.lembaga yang dilibatkan dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar, yaitu Cuddiculum Development Divisions pad Biro Pendidikan Dasar dan Menengah, Biro Pendidikan Nonformal dan Olahraga, institusi pendidikan guru, perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan sains dan matematika serta organisasi-organisasi profesional. Pendekatan dalam mendesain kurikulum yang digunakan di Filipina yaitu kurikulum yang berbasis konten dan kompetensi.
Dalam sejarah pendidikan di Amerika Serikat, penentuan apa yang harus diajarkan di sekolah merupakan hak yang dimiliki oelh masyarakat lokal dan negara bagian atau provinsi yang disebut States. Dengan demikian, isi kurikulum sangat beragam, disesuaikan dengan keadaan masyarakat dan negara bagian tersebut.
Pada dasarnya proses pengembangan kurikulum dipusatkan pada tingkat negara bagian (state), namun demikian para guru, sekolah, ataupun distrik dapat mendesain sendiri program yang ditawaran sesuai dengan pedoman/petunjuk yang dikeluarkan negara bagian. Pada akhirnya sekolah dan guru bertanggung jawab untuk menentukan apa yang harus diajarkan dan bagaimana mengajarkannya, serta membuat pertimbangan terhadap setiap aturan, kebijakan-kebijakan, dan penilaian.

No comments:

Post a Comment