Tuesday, April 17, 2012

SISTEM MORFOLOGI DALAM BAHASA INDONESIA


SISTEM MORFOLOGI (KATA) DALAM BAHASA INDONESIA
Morfologi adalah ilmu bahasa yang membahas tentng bentuk-bentuk kata. Satuan bahasa yang menjadi unsur pembentuk kata disebut morfem. Satuan yang menjadi unsur pembentuk kat ini adayang telah mengandung makna, disebut gramatis, dan yang belum mengandung makna disebut nongramatis.
Pengertian Morfem :
1)    Morfem ialah satuan gramatik yang paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan, 1983 : 26).
2)    Morfem ialah satuan bentuk terkecil yang mempunyai arti (Alwasilah, 1983 : 10).
3)    Morfem ialah kesatuan gramatik yang terkecil yang mengandung arti, yang tidak mempunyai kesamaan baik dalam bentuk maupun dalam arti dengan bentuk-bentuk yang lain (Sitindoan, 1984 : 64).

Selanjutnya morfem ada macam yaitu :
1.      Morfem bebas
Yaitu morfem yang mempunyai potensi untuk berdiri sendiri sebagai kata dan dapat langsung membentuk kalimat, contoh : bantu ia mandi
Kata menurut bentuknya meliputi :
a.       Kata dasar
b.      Kata jadian, yang terbagi lagi menjadi
1)      Berimbuhan;kata berawalan (prefiks), kata bersiispan (infiks) kata berakhiran (supiks) dan kata yang berkonfiks.
2)      Kata ulang
3)      Kata majemuk

2.      Morfem terikat
Merupakan morfem yang belum mengandung arti maka morfem ini belum mempunyai peotensi sebagai kata. Untuk membentuk kata, morfem ini harus digabung dengan morfem bebas. Morferm terikat dalam bahasa indonesia ada 2 macam yakni :
a.       Morfem terikat morfologis, yakni morfem yang terikat pada sebuah morfem dasar
1)      Prefiks = awalan;per-, me-ter-,di-,ber-dan lain-lain
2)      Infiks = sisipan; -el-,-em-, -er-
3)      Sufiks = akhiran; -an, -kan, -i
4)      Konfiks = imbuhan gabungan senyawa; per-an, ke-an dan lain-lain.
Morfem trikat morfologi (imbuhan) mempunyai fungsi yang bermacam-macam :
a)      Membentuk kata kerja,
b)      Membentuk kata benda
c)      Membentuk kata sifat,
d)     Membentuk kata bilangan
e)      Membentuk kata tugas

b.      Morfem terikat sintaksis
Adalah morfem dasar yang tidak mamu berdiri sendiri sebagai kata. Contoh :
Dia yang menulis dan menjual buku itu
Dari deretan morfem yang menjadi unsur kata dalam kalimat di atas, jika diklasifikasikan berdasarkan morfemnya adalah sebagai berikut :
Dia, nulis(tulis), jual, buku, itu adalah morfem bebas. Me-, men- adalah morfen terikat morfologis. Bagaimana dengan morfem yang dan morfem dan?,yang dalam kalimat di atas belum dapat berdiri sendiri sebagai kata karena tidak mengandung makna tersendiri, begitu juga dengan dan. Gejala seperti inilah yang tergolong morfem terikat sintaksis.

No comments:

Post a Comment